Parenting

APA ITU GROK? KETIKA "OTAK" NAKAL ELON MUSK DIKUNCI, TAPI "TAMAN BERMAIN" BERACUN MASIH DIBUKA LEBAR

W

Wahyudi

12 Januari 2026

4 menit baca
350 views
APA ITU GROK? KETIKA "OTAK" NAKAL ELON MUSK DIKUNCI, TAPI "TAMAN BERMAIN" BERACUN MASIH DIBUKA LEBAR

Roblox & Gim Kekerasan: Korbannya anak SD (Rakyat Biasa). Ancamannya Nyawa & Kerusakan Otak Permanen. Di sana ada praktik grooming (orang dewasa memikat anak untuk tujuan seksual), adegan kekerasan sadis, hingga simulasi hubungan dewasa yang tidak pantas.

Ayolah Guys ...No Viral No Action ... Up berita ini jangan setengah 2.

Topik hari ini bukan sekadar gosip teknologi, ini tentang nyawa. Kalian mungkin bingung mendengar berita negara kita memblokir "Grok".(Satu satunya negara yang memblokir Grok). "Barang apa itu, Bu Guru? Jenis panci presto baru?"

Bukan, Sahabat. Mari Bu Guru jelaskan dengan bahasa dapur.

Bayangkan Grok ini seperti pelukis jenius tapi "gila" yang disewa oleh Elon Musk. Berbeda dengan Google yang cuma mencarikan gambar, Grok adalah Generative AI (Kecerdasan Buatan Generatif) [4]. Dia punya akses real-time ke seluruh percakapan di Twitter (X).

Cara kerjanya begini: Jika ada orang jahat memberi perintah (prompt), "Grok, ambil foto artis A atau anak tetangga B yang berbaju sopan, lalu lukis ulang jadi telanjang bulat," maka si Grok akan mengerjakannya dalam hitungan detik. Tanpa rasa bersalah. Tanpa sensor. Inilah yang menimpa anak-anak kita di JKT48 [5].

Pemerintah kita, melalui Kemkomdigi, langsung bertindak memblokir total akses Grok [1][7]. Langkah ini menjadikan Indonesia negara pertama di dunia yang berani melawan Elon Musk. Satu kata untuk Bu Menteri Meutya Hafid: Cerdas. Ini adalah bentuk Ghirah (kecemburuan/proteksi) negara menjaga kehormatan wanita kita sesuai amanat QS An-Nur ayat 30 tentang menjaga pandangan dan kehormatan [8].(Walau masih kejauhan ayat ini di praktekkan bagi umat Islam sendiri),

Apakah pemblokiran ini solusi permanen? Tentu tidak. Para ahli teknologi (hacker dan pengguna VPN) pasti tertawa karena mereka bisa memintas blokir ini dengan mudah. Namun, dalam simbolisme negara, ini adalah langkah terbaik. Negara hadir menyatakan: "Kami tidak terima sampah Anda di halaman rumah kami."

Namun, di sinilah hati Bu Guru teriris perih.

Saudaraku, jika Grok diblokir karena merusak kehormatan (reputasi), lantas bagaimana dengan aplikasi yang merusak nyawa dan otak?

Sudah Bu Guru angkat juga kasus ini di Medan, seorang siswa SD membunuh ibunya [2]. Karena sang ibu menghapus aplikasi gim di ponselnya [3]. Anak itu marah, mengambil pisau, dan terjadilah tragedi itu. Ini bukan fiksi. Ini fakta berdarah.

Dalam psikologi, ini disebut Desensitisasi. Anak-anak yang terpapar kekerasan di gim seperti Roblox atau gim battle royale lainnya secara terus-menerus, perlahan kehilangan rasa empati. Otak mereka, spesifiknya bagian Prefrontal Cortex (PFC)—pusat moral dan pengambilan keputusan—rusak [6]. Kerusakannya mirip dengan otak pecandu narkoba. Mereka tidak lagi melihat ibu sebagai sosok yang harus dihormati, melainkan sebagai "NPC" (Non-Playable Character) atau musuh yang menghalangi misi mereka. Naudzubillah min dzalik.

Standar Ganda yang Menyakitkan

Lantas mengapa hal yang sama tidak di terapkan untuk gane aditif seperti Roblox?

Grok: Korbannya JKT48 (Artis/Viral). Ancamannya Pornografi. Tindakan Negara: BLOKIR TOTAL & CEPAT.

Roblox & Gim Kekerasan: Korbannya anak SD (Rakyat Biasa). Ancamannya Nyawa & Kerusakan Otak Permanen. Di sana ada praktik grooming (orang dewasa memikat anak untuk tujuan seksual), adegan kekerasan sadis, hingga simulasi hubungan dewasa yang tidak pantas.

Tindakan Negara: HIMBAUAN & KAJIAN.??Kementerian Komunikasi dan Digital RI Mendikdasmen Bapak Abdul Mu'ti sudah berteriak melarang. KPAI sudah membunyikan alarm bahaya.

Bukankah Nabi SAW bersabda: "Kullukum ra'in, wa kullukum mas'ulun 'an ra'iyyatihi" (Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya).

Pemerintah adalah pemimpin. Jika pemerintah mampu menutup pintu masuk "Maling Kehormatan" (Grok), mengapa membiarkan "Pembunuh Berdarah Dingin" (Gim Adiktif) tidur sekamar dengan anak-anak kami?

Kesimpulan:

Selamatkan Fitrah Generasi Kita

Kepada pemerintah, kita apresiasi ketegasan pada Elon Musk. Itu bukti kita punya kedaulatan. Tapi tolong, gunakan kedaulatan yang sama untuk membersihkan "taman bermain" anak-anak kita.

Jangan sampai kita sukses menjaga anak kita dari foto telanjang palsu, tapi gagal menjaga mereka dari menjadi pembunuh orang tuanya sendiri atau bisa mengakses simulasi hubungan dewasa dan kecanduan untuk itu.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, periksa HP anakmu sekarang. Ajak bicara, dekati dengan hati sebelum menghapus aplikasi yang merusak, meski mereka menangis hari ini. Lebih baik mereka menangis sekarang karena tidak main game, daripada kita yang menangis darah di masa depan melihat mereka di balik jeruji besi atau rumah sakit jiwa.

Sebagai Insight untuk Orang Tua: Game/Gim Apa yang Bahaya? (Menjawab Pertanyaan Bunda di Kolom Komentar) "Bu Guru, saya awam, gim apa yang tidak boleh?"

Berdasarkan investigasi Bu Guru, hindari atau awasi ketat gim berikut:

1]. Roblox: Terlihat lucu (kotak-kotak), tapi isinya user-generated (buatan pengguna) yang seringkali memuat konten seksual tersembunyi (condo games) dan kekerasan.

2]. Free Fire & PUBG: Mengajarkan survival dengan cara membunuh. Pemicu agresivitas tinggi pada anak SD.

3]. Roleplay Games (RP): Seringkali menjadi tempat predator menyamar untuk mendekati anak-anak (Grooming).

Wallahu a'lam bishawab

Bagikan artikel ini:

    APA ITU GROK? KETIKA "OTAK" NAKAL ELON MUSK DIKUNCI, TAPI "TAMAN BERMAIN" BERACUN MASIH DIBUKA LEBAR | Blog Sekolah Alam Tanjung Tabalong | SATT