Sosial

Tanggap Kekeringan, Pemkab Tabalong Salurkan 3.600 Liter Air Bersih ke Sekolah Alam Tanjung Tabalong

R

Rino Mahendra

16 September 2026

•
1 menit baca
•
92 views
Tanggap Kekeringan, Pemkab Tabalong Salurkan 3.600 Liter Air Bersih ke Sekolah Alam Tanjung Tabalong

Tanggap Krisis: Pemkab Tabalong menyalurkan 3.600 liter air bersih ke Sekolah Alam Tanjung Tabalong pada Rabu (16/9/2026) akibat dampak kekeringan. Bantuan terealisasi berkat koordinasi cepat Kepala Sekolah dengan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (Agus Siswanto) yang mendatangkan tim BPBD Tabalong. Sekolah Alam Tanjung Tabalong menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan aksi nyata Bupati Tabalong beserta seluruh jajaran Pemkab dan tim lapangan

TANJUNG, TABALONG — Pemerintah Kabupaten Tabalong bergerak cepat mengatasi krisis air bersih yang melanda fasilitas pendidikan. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong, bantuan sebanyak 3.600 liter air bersih disalurkan ke Sekolah Alam Tanjung Tabalong pada Rabu pagi (16/9/2026).

Penyaluran bantuan ini berawal dari laporan Kepala SD Alam Tanjung Tabalong terkait kondisi kekeringan yang dialami sekolahnya. Laporan tersebut direspons cepat oleh Anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah, Agus Siswanto, yang langsung berkoordinasi dengan jajaran BPBD Tabalong untuk penanganan darurat.

Bantuan air bersih ini didistribusikan langsung ke fasilitas penampungan sekolah demi memastikan kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu. Pasokan air tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan operasional harian seluruh warga sekolah, meliputi sanitasi toilet, sarana cuci tangan, hingga kebutuhan wudhu bagi siswa dan tenaga pendidik.

Aksi cepat tanggap ini mendapat apresiasi khusus, mengingat BPBD Tabalong tetap sigap merespons krisis air warga di tengah padatnya mobilitas tim di lapangan yang sedang fokus memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa titik wilayah Tabalong.

Pihak Sekolah Alam Tanjung Tabalong menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Bupati Tabalong, Pemerintah Daerah, Tim Percepatan Pembangunan Daerah, serta jajaran BPBD Tabalong atas respons cepat dan kepedulian nyata yang diberikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

SATT Gelar Salat Istisqa, Tanamkan Kesadaran Ekologis dan Ketundukan kepada Allah

SATT Gelar Salat Istisqa, Tanamkan Kesadaran Ekologis dan Ketundukan kepada Allah

Jumat pagi pukul 08.15 WITA, anak-anak Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) melaksanakan Salat Istisqa di lapangan area memanah sebagai ikhtiar memohon rahmat dan turunnya hujan kepada Allah SWT. Kegiatan diawali dengan istighfar dan memohon ampun, kemudian dilanjutkan salat dua rakaat sesuai tuntunan, dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua. Salat dan khutbah dipimpin oleh Bapak Rino Mahendra yang mengingatkan anak-anak tentang pentingnya kembali kepada Allah, memperbanyak istighfar, serta menjaga alam sebagaimana pesan dalam QS. Ar-Rum ayat 41. Melalui kegiatan ini, SATT menghadirkan pembelajaran langsung tentang ibadah, ketundukan kepada Allah, dan tanggung jawab manusia dalam menjaga bumi.

SATT Gelar Bazar Barang Layak Pakai, Salurkan Rp1,52 Juta rupiah untuk Masyarakat Desa Simpung Layung

SATT Gelar Bazar Barang Layak Pakai, Salurkan Rp1,52 Juta rupiah untuk Masyarakat Desa Simpung Layung

Dalam rangkaian penutupan Live In Guru di Desa Simpung Layung, SATT menggelar bazar pakaian dan barang layak pakai bersamaan dengan kegiatan jalan santai pada 16 Agustus 2026. Barang donasi dari orang tua siswa dijual dengan harga Rp5.000–Rp25.000 dan berhasil mengumpulkan Rp1.520.000. Dana tersebut diserahkan oleh Kepala SD SATT, Rino Wahyu Bagus Mahendra, kepada Kepala Desa Simpung Layung untuk kepentingan masyarakat. SATT menyampaikan terima kasih kepada para donatur, warga, pemerintah desa, serta RT 8, 11, dan 12 atas dukungan selama kegiatan Live In.

16 Personel SATT Jalani Live In di Desa Simpung Layung, Guru Belajar dan Bersosialisasi Bersama Masyarakat

16 Personel SATT Jalani Live In di Desa Simpung Layung, Guru Belajar dan Bersosialisasi Bersama Masyarakat

Sebanyak 19 personel SATT, terdiri dari 16 guru dan 3 perwakilan Yayasan Mutiara Insan Saraba Kawa, tiba di Desa Simpung Layung pada 14 Agustus 2026 untuk mengikuti program Live In. Rombongan disambut Kepala Desa Suriansyah beserta perangkat desa dan seluruh ketua RT. Para guru dibagi ke RT 8, 11, dan 12 untuk tinggal bersama warga, bersosialisasi, membantu aktivitas masyarakat, serta belajar langsung dari kehidupan desa. Mereka juga akan terlibat dalam persiapan sedekah bumi dan kegiatan HUT RI. Sebagai bagian dari kegiatan sosial, SATT membawa pakaian layak pakai dan donasi orang tua siswa untuk dijual murah kepada masyarakat. Seluruh hasil penjualan akan diserahkan kepada pemerintah desa.